METODE PENANGKAPAN SPESIMEN SERANGGA

Serangga merupakan golongan hewan yang jumlahnya melebihi jumlah hewan yang hidup didarat, dan praktis terdapat dimana-mana serta menempati beberpa habitat yang berbeda-beda. Dalam melakukan penangkapan guna mengoleksi serangga biasanya seorang koektor serangga perlu mengetahui habitat dan kebiasaan hidup serangga sehingga dapat menentukan metode yang bisa digunakan dalam menangkap serangga, adapun metode-metode yang dapat digunakan dalam menangkap serangga antara lain sebagai berikut:

Direct Sweeping
Teknik ini merupakan yang paling umum dan sering dilakukan oleh para kolektor untuk mencari dan mengumpulkan serangga. Peralatan yang digunakan sederhana. Selain peralatan dasar, peralatan tambahan yang digunakan cukup dengan menggunakan jaring serangga. Pengumpulan serangga dilakukan dengan cara menangkap langsung serangga-serangga dengan bantuan jaring. Metode pengamatan yang dilakukan mencakup metode transek baik mengikuti jalur maupun transek garis. Namun lebih sering digunakan metode transek jalur karena menyesuaikan dengan serangga yang memiliki mobilitas tinggi.

Teknik Jebakan (Trapping)
Jebakan merupakan sebuah metode yang mampu menghalangi dan menghentikan pergerakan organisme. Metode jebakan sangat sering digunakan secara intensif dalam entomologi dengan menggunakan perangkat peralatan tertentu baik dengan umpan ataupun tidak maupun dengan atraktan. Bentuk maupun mekanisme jebakan bergantung dari pengetahuan kita tentang perilaku, makanan, maupun habitat serangga. Beberapa modifikasi banyak dilakukan oleh kolektor mengacu pada pertimbangan dasar ini. Hanya sedikit metode jebakan yang akan dijelaskan disini antara lain yaitu:

Windowpane Trap
Sederhana dan tidak terlalu mahal, peralatan yang digunakan yaitu sebuah barir (penghalang) yang dibuat dari pegangan kaca jendela atau lainnya kemudian ditaruh tegak lurus di atas tanah atau digantungkan. Bagian bawah dari jebakanini disimpan bak penampung yang diisi dengan cairan pembunuh seperti alkohol atau lainnya sehingga ketika serangga-serangga terbang menuju kaca penghalang akan jatuh menuju bak dan mati. Serangga-serangga yang terkumpul dalam bak segera dicuci bersih dengan alkohol atau dikeringkan lalu diawetkan segera agar tidak rusak. Jenis metode jebakan ini kurang cocok untuk mengumpulkan jenis Lepidoptera dewasa ataupun serangga-serangga lainnya yang rusak apabila dikoleksi dalam cairan.

Interception Nets and Barriers
Lembaran jaring setinggi 1.8 meter dapat dibentangkan diantara tiga pohon atau patok sehingga membentuk huruf V dimana ujung yang melebar terbuka. Teknik ini dapat menjerat banyak jenis serangga-serangga terbang. Terutama bila jebakan dikombinasikan dengan menanamkan lampu/sumber cahaya yang menghadap pada sisi V yang terbuka dan disesuaikan dengan arah angin dimana bagian yangterbuka harus berlawanan dengan arah angin.

Malaise Trap
Merupakan modifikasi dari jenis Interception Nets yang lebih kompleks, didesain oleh seorang Entomologis asal Swedia bernama Rene Malaise. Perangkat jebakanini terdiri dari empat buah jaring vertikal yang dibentangkan pada sumbu yang sama masing-masing membentuk sudut 90 derajat satu sama lainnya. Bagian atasnya ditutup oleh kain yang berbentuk segiempat yang disesuaikan sedemikian rupa sehingga menuju pada satu outlet tabung pengumpul yang diletakkan pada ujung bagian atas tiang pada sumbu utama. Tabung pengumpul dapat diberikan cairan pembunuh ataupun atraktan, bergantung kebutuhan kolektor. Perangkap jebakan ini bekerja dengan mekanisme menjebak serangga-serangga yangcenderung bergerak ke atas pada satu outlet tabung pengumpul, dimana desain dari tabung pengumpul dibuat sedemikian rupa sehingga serangga-serangga dapat masuk namun tidak bias keluar dari tabung tersebut.

Pittfall Trap
Jenis perangkat yang cukup sederhana namun efektif dan sangat berguna untuk menjerat serangga. Terdiri dari piring atau baskom kecil, kaleng atau bak kecil. Perangkat jebakan dibenamkan di dalam tanah dimana permukaan tanah sejajar dengan ujung atas bibir kaleng/bak yang berisi cairan alkohol atau etilen glikol sebagai agen pembunuh. Etilon glikol lebih banyak digunakan oleh kolektor karena tidak menguap seperti alkohol. bagian atas perangkat jebakan harusditutup dengan sebuah cover atau pelindung lainnya untuk mencegah masuknya air hujan maupun vertebrata kecil jatuh ke sumur jebakan.

Light Traps
Light Trap atau perangkap cahaya pada dasarnya digunakan berdasarkan perilaku kebanyakan serangga yang tertarik akan sumber cahaya. Dapat digunakan pada berbagai panjang gelombang cahaya sebagai agen atraktan. Jenis-jenis variasi perangkat jebakan ini dapat dilengkapi dengan menggunakan corong yang mengarahkan pada bak pengumpulan koleksi. Corong atau bak penampung dapat dibuat dari metal, plastik, kayu atau Hard paper. Perangkat jebakan dapat dipasang dengan atau tanpa pelindung. Namun, jika digunakan untuk beberapa hari pelindung diperlukan untuk mencegah air hujan masuk. Pelindung bisa menggunakan bahan apa saja yang kuat dan kedap air.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s