Necrobia spp Hama bahan simpanan kopra

Necrobia spp merupakan salah satu spesies hama bahan simpanan yang harus di waspadai, adapun bahan simpanan yang sering di serang oleh hama spesies ini adalah hasil kopra yang biasa di simpan pada gudang dan merupakan salah satu hama penting pada bahan kopra. Biasanya pada fase larva hama ini lebih aktif dan banyak memakan bahan kopra yang di simpan pada gudang

(Gambar Necrobia Rufipes)

Sistematika

Adapun sistematika dari spesies ini adalah :

 Kingdom : Animalia
 Filum: Arthopoda
 Kelas: Insekta
 Ordo: Coleoptera
 Famili : cloridae
 Genus : necrobea
 Spesies : necrobia spp

Cara Hidup

1. Spesies Necrobea memiliki Elytron yang berwarna biru ajak ungu, dan kadang-kadang terdapat pula yang berwarna biru agak hehijauan, berbulu agak kasar.
2. Betina bertelur hingga 30 telur per harinya di dalam retakan atau celah daging buah kopra yang terluka. Telur membutuhkan antara empat dan enam hari untuk menetas.
3. Larva akan tumbuh selama 30 hingga 140 hari, menjadi kurang aktif dan mencari tempat yang gelap untuk menjadi kepompong.
4. Tahapan kepompong bervariasi antara 6 dan 21 hari.
5. Kumbang dewasa akan segera kawin setelah tumbuh dari tahapan kepompongnya dan dapat hidup hingga 14 bulan.
6. Kumbang dewasa biasanya terbang dan karena itu dapat dengan mudah menemukan sumber makanan yang baru.
7. Hama spesies ini bersifat merusak, baik dalam tahap larva maupun dewasa, meski demikian tahap larva adalah yang paling merusak di karenakan pada tahan larva sumber makanan yang di proleh masih dari satu sumber makanan .
8. Hama spesies ini merupakan kanibal biasanya memakan telur dan kepompong mereka sendiri sehingga jumlah populasinya dapat di minimalisis melalui hkum alam

Gejala Serangan

1. Serangga ini sangat aktif di dalam melakukan pengrusakan produk kopra baik siang maupun malam dan pulihannya tertuju pada produk kopra yang mutunya kurang
2. Biasanya larva memakan produk kopra sehingga terbentuk celah-celah dan lubang-lubang pada danging kopra bagaikan saluran kecil yang bercabang
3. Sedangkan hama yang sempat keluar dari lubang gerakannya akan memangsa larva yang ada di permukaan kulit daging
4. Selain itu larva sebelum atau menjelang saat menjaid pupa membentuk rongga-rongga yang berbentuk lonjong dan larva yang tarakhir membentuk lubang-lubang kecil yang di peruntukan keluarnya imago. Dan lung dan tonjolan tersebut di lapisi oleh benang yang terbentuk dari air liur.

Cara Pengendalian`

Untuk hama gudang spesies ini serngannya dapat dicegah dengan tindakan-tindakan preventif seperti :

1. Memilih buah kelapa yang benar-benar sudah tua sebagai bahan baku kopra, dan juga melakukan pengeringan yang sempurna serta merata terhadap daging- daging buah pilihan tadi, sehingga serangan hama spesies Necrobia dapat di minimalisir.
2. Mempehatikan agar ruang tempat penyimpanan hasil kopra selalu bersih dan kering serta terpisah ( tidak tercampur ) dengan produk hasil panen lainnya, cara ini juga dapat meminimalisir serangan dari spesies Necrobea.
3. Selain dua cara pengendalian tersebut, perlu di ingat pula bahwa hama spesies Necrobea merupakan kanibalisme sehingga sedikit menguntungkan dalam mengendalikan hama ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s