Tugas Komunikasi “PENDEKATAN KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI”

Menurut Goldhaber (1990), yang namanya organisasi sekurang-kurangnya meliputi empat pendekatan yaitu: pendekatan ilmiah, pendekatan hubungan antarmanusia, pendekatan sistem dan pendekatan budaya, sedangkan menurut Mulyana (2011), menyatakan bahwa pendekatan dalam suatu organisasi meliputi empat pendekatan yaitu: Pendekatan Struktur dan fungsi organisasi, pendekatan hubungan masyarakat, pendekatan komunikasi sebagai proses pengorganisasian dan pendekatan organisasi secara kultur. Pendapat-pendapat diatas memiliki kesamaan, yang pada intinya lebih menekankan proses pendekatan dalam suatu organisasi.

  1. Pendekatan Ilmiah

Pendakatan ilmiah menggap bahwa organisasi harus menggunakan metode-metode ilmiah dalam meningkatkan produktivitas. Studi pengendalian secara ilmiah akan memudahkan sebuah organisasi mengindentifikasi cara-cara atau alat untuk meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan. Pendekatan manajemen ilmiah ini dipelipori oleh Frederick W. Taylor sebagaimana ditulisan dalam bukunya “ Scientific management (1911)” Jenis penelitian yang lebih mencirikan manajemen ilmiah adalah studi waktu dan gerak. Studi ini lebih menekankan tentang penghematan waktu dalam menyelesaikan tugas tertentu dalam sebuah organisasi. Taylor melakukan studi waktu dan gerak untuk pekerja menyekop batubara, kemudian dia menganalisis dan membandingkan berbagai ukuran skop serta tugas yang harus diselesaikan. Implikasinya adalah mampu jumlah pekerja yang dibutuhkan.

B. Pendekatan Hubungan Antar Manusia

Pendekatan hubungan manusia berkembang sebagai reaksi terhadap perhatian ekslusif ekslusif faktor fisik dalam mengukur keberhasilan organisasi. Salah satu asumsi dasar dari pendekatan hubungan antarmanusia adalah kenaikan kepuasan kerja akan mengakibatkan kenaijn produktivitas. Seorang karyawan yang bahagia adalah karyawan yang produktif. Oleh karena itu, fungsi manajemen adalah menjaga agar karyawan terus merasa puas.

Pendekatan hububangan antar manusia sangat menhargai pemimpin demokratis. Pemimpin tipe ini mendorong angotanya untuk berpartisipasi untuk menjalankan organisasi dengan memberikan saran-saran, umpan balik dan menyelesaikan masalah dan  keluhannya sendiri. Semua angota organisasi harus berpartisipasi dalam membuat keputusan yang pada akhirnya mempengaruhi mereka. Komunikas merupakan salah satu alat penting dalam manajeman untuk mencapai hasil yang ingin di capai.

C. Pendekatan Sistem

Pendekatan sistem merupakan kombinasi dari unsur-unsur terbaik dari pendekatan ilmiah dan pendekatan hubungan antar manusia. Pendekat ini memandang bahwa organisasi adalah suatu sistem dimana semua bagian berintraksi dan mempengaruhi bagian lain. Organisai di pandang sebagai suatu sistem terbuka terhadap informasi, respinsif terhadap lingkungan, dinamis dn selalu berubah.

Pendekatan sistem menganggap bakwa kedua faktor, yaitu faktor fisik dan psikologis sebagai pendekatan ilmiah, dan faktor sosial serta psikologis sebagai pendekatan hubungan antar manusia, dimana setiap faktor mempengaruhi faktor lainnya semua harus dipertimbangkan jika menginginkan organisasi dapat berfungsi dengan baik, komunisasi membuat sistem tersebut vital dan tetap hidup.

D. Pendekatan Budaya

Pendekatan budaya adalah pendekatan konternporer tentang organisasi. Pilotta dkk (1988) menggap bahwa pendekatan budaya harus dipandang sebagai suatu kesatuan sosial dan budaya.

Dalam pendekatan budaya organisasi harus mengidentifikasi jenis kultur, norma-norma atau nilai-nilai yang dianutnya, dimana tujuan dari analisis ini adalah untuk memahami bagaimana organisasi berfungsi, mempengaruhi dan dipengaruhi oleh anggotanya dalam budaya orgasisasi tersebut.

Dalam pandangan budaya, komunikasi bukan sekedar pesan yang disampaikan dari satu anggota keanggota lainnya, melalui satu atau lebih saluran, namun komunikasi harus dilihat secara integral didalam organisasi.

E. Pendekatan komunikasi sebagai proses pengorganisasian

Pendekatan ini lebih didasarkan pada anggapan yang menyatakan bahwa komunikasi dalam organisasi merupakan proses pengorganisasian, dimana teori pengorganisasian memandang organisasi bukan sebagai suatu struktur atau kesatuan, namun sutau aktivitas, sehingga organisasi merupakan sesuatu yang akan dicapai oleh sekelompok orang melalui proses yang terus menerus dilaksanakan secara berkesinambungan.

Inti dari setiap organisasi adalah suatu cara atau tindakan tertentu sehingga memiliki keterkaitan antara yang satu dengan yang lainnya dimana komunikasi memainkan peran didalamnya. Jadi aktivitas organisasi terdiri dari interaksi antar bagian yang ada didalamnya.

Griffin (2003) dalam A First Look at Communication Theory, membahas komunikasi organisasi mengikuti teori management klasik, yang menempatkan suatu bayaran pada daya produksi, presisi, dan efisiensi,  dimana Griffin menyadur tiga pendekatan untuk membahas komunikasi organisasi. Ketiga pendekatan itu adalah sebagai berikut:

1. Pendekatan sistem. organisasi sebagai kehidupan organis yang harus terus menerus beradaptasi pada suatu perubahan lingkungan untuk mempertahankan hidup. Pengorganisasian merupakan proses memahami informasi yang samar-samar melalui pembuatan, pemilihan, dan penyimpanan informasi. Ia meyakini organisasi akan bertahan dan tumbuh subur hanya ketika anggota-anggotanya mengikutsertakan banyak kebebasan (free-flowing) dan komunikasi interaktif. Untuk itu, ketika dihadapkan pada situasi yang mengacaukan, manajer harus bertumpu pada komunikasi dari pada aturan-aturan.

2. Pendekatan budaya. Asumsi interaksi simbolik mengatakan bahwa manusia bertindak tentang sesuatu berdasarkan pada pemaknaan yang mereka miliki tentang sesuatu itu. para teoris interpretatif menganggap bahwa budaya bukan sesuatu yang dipunyai oleh sebuah organisasi, tetapi budaya adalah sesuatu organisasi. budaya organisasi dihasilkan melalui interaksi dari anggota-anggotanya. Tindakan-tindakan yang berorientasi tugas tidak hanya mencapai sasaran-sasaran jangka pendek namun menciptakan atau memperkuat cara-cara yang lain selain perilaku tugas ”resmi” dari para karyawan, karena aktivitas-aktivitas sehari-hari yang paling membumi juga memberi kontribusi bagi budaya tersebut. Pendekatan ini mengkaji cara individu-individu menggunakan cerita-cerita, ritual, simbol-simbol, dan tipe-tipe aktivitas lainnya untuk memproduksi dan mereproduksi seperangkat pemahaman.

3. Pendekatan kritik. Salah seorang penganut pendekatan ini, menganggap bahwa kepentingan-kepentingan perusahaan sudah mendominasi hampir semua aspek lainnya dalam masyarakat, dan kehidupan kita banyak ditentukan oleh keputusan-keputusan yang dibuat atas kepentingan pengaturan organisasi-organisasi perusahaan, atau manajerialisme. Bahasa adalah medium utama dimana realitas sosial diproduksi dan direproduksi. Manajer dapat menciptakan kesehatan organisasi dan nilai-nilai demokrasi dengan mengkoordinasikan partisipasi stakeholder dalam keputusan-keputusan korporat.

Pustaka

Anonim, 2011. Komunikasi Organisasi .Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Em Griffin, 2003, A First Look at Communication Theory, McGrraw-Hill Companies

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s