Peranan Unsur Hara NPK bagi Perkembangan Penyakit Tanaman

Dalam membudidayakan tanaman Padi terdapat beberapa kendala yang perlu diperhatikan dalam proses budidaya, seperti kandungan air tanah, air genangan, intensitas cahaya dan ketersediaan unsur hara makro seperti N, P dan K yang sangat dibutuhkan oleh tanaman serta penggunaan benih ungul dalam melakukan proses budidaya tanaman padi. Diketahui bahwa salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam menanggulangi kurangnya unsur hara tersebut adalah pemberian pupuk anorganik seperti Urea, TSP/SP-36 dan KCI, yang sangat nyata pengaruhnya terhadap tanaman, utamanya pupuk urea, sehingga petani lebih cenderung menggunakan pupuk Urea dibandingkan dengan TSP dan KCI. Sehingga dengan cara seperti demikian produksi padi secara optimal sulit dicapai, karena kondisi lahan tetap kekurangan unsur P dan K terus berlanjut. Khususnya K disamping mudah terurai dalam tanah juga banyak terangkut oleh tanaman waktu panen, sehingga mutlak adanya penambahan unsur ini setiap saat atau setiap musim tanam.
Pemupukan secara berimbang utamanya memberi keseimbangan antar unsur hara yang di butuhkan oleh tanaman, guna meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman, sering ditemukan dilapangan masih banyak petani yang hanya menggunakan satu jenis pupuk saja, sehingga kebutuhan tanaman terhadap satu jenis unsur hara saja yang terpenuhi namun kebutuhan tanaman terhadap unsur hara lain tidak dapat terpenuhi.

Adapun Peranan N,P dan K pada Padi
Ketiga unsur ini mempunyai peran yang sangat penting terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman, dimana ketiga unsur ini saling berinteraksi satu sama lain dalam menunjang pertumbuhan tanaman, unsur nitrogen dapat diperoleh dari pupuk Urea dan ZA. unsur P dari pupuk TSP/SP-36, sedangkan K dalam KCI dan ZK.

1. Peranan Nitrogen
Unsur N adalah merupakan unsur yang cepat kelihatan pengaruhnya terhadap tanaman. Peran utama unsur ini adalah : – Merangsang pertumbuhan vegetatif (batang dan daun).
– Meningkatkan jumlah anakan
– Meningkatkan jumlah bulir/ rumpun

Kurang unsur N menyebabkan:
– Pertumbuhannya kerdil
– Daun tampak kekuning-kuningan
– Sistem perakaran terbatas

Kelebihan unsur N menyebabkan tanaman:
– Pertumbuhan vegetatif memanjang (lambat panen)
– Mudah rebah
– Menurunkan kualitas bulir.
– Respon terhadap serangan hama/ penyakit.

2. Peranan Posfor
Secara detail fungsi posfor dalam pertumbuhan tanaman sukar di utarakan, namun demikian fungsi-fungsi utama posfor dalam pertumbuhan tanaman adalah sebagai berikut :
– Memacu terbentuknya bunga, bulir pada malai
– Menurunkan aborsitas
– Perkembangan akar halus dan akar rambut
– Memperkuat jerami sehingga tidak mudah rebah
– Memperbaiki kualitas gabah

Kekurangan posfor menyebabkan tanaman
– Pertumbuhan kerdil
– Jumlah anakan sedikit w
– Daun meruncing berwarna hijau gelap

3. Peranan Kalium

Kalium merupakan satu-satunya kation monovalen yang esensial bagi tanaman. Peranan utama kalium dalam tanaman ialah sebagai aktivator berbagai enzim. Dengan adanya kalium yang tersedia dalam tanah menyebabkan:
– Ketegaran tanaman terjamin
– Merangsang pertumbuhan akar
– Tanaman lebih tahan terhadap hama dan penyakit
– Memperbaiki kualitas bulir
– Dapat mengurangi pengaruh kematangan yang dipercepat oleh posfor
– Mampu mengatasi kekurangan air pada tingkat tertentu

Kekurangan Kalium menyebabkan :
– Pertumbuhan kerdil
– Daun kelihatan kering dan terbakar pada sisi-sisinya.
– Menghambat pembentukan hidrat arang pada biji.
– Permukaan daun memperlihatkan gejala klorotik yang tidak merata
– Munculnya bercak coklat mirip gejala penyakit pada bagian yang berwarna hijau gelap.

Kelebihan kalium dapat menyebabkan daun cepat menua sebagai akibat kadar magnesium daun dapat menurun, kadang-kadang menjadi tingkat terendah sehingga aktifitas fotosintesa terganggu.

Pentingnya Pemupukan Secara Berimbang Pemupukan secara berimbang utamanya keseimbangan antara Urea, SP – 36/ TSP dan KCI yang harus diberikan tergantung pada keadaan tanah. Unsur utama yang terkandung dalam pupuk ini bila digunakan secara tepat tidak saja mengendalikan, mengimbangi, mendukung dan saling mengisi satu, sama lain diantara ketiga. jenis pupuk ini, akan tetapi juga dengan unsur-unsur lainnya. Hal ini sangat penting karena ada keterkaitan ekonomi dan efektivitan pemupukan.
Pupuk yang diberikan merupakan tambahan bagi unsur yang sudah ada dalam tanah, sehingga jumlah nitrogen, posfor dan kalium yang tersedia bagi tanaman berada dalam perbandingan yang tepat.
Pada waktu bersamaan ketersediaan unsur penting (esensial) lainnya juga harus dalam keadaan optimal. Sebagai contoh apabila pemupukan padi hanya dipupuk dengan urea saja, kelihatannya sangat cepat dan rimbun akan tetapi sangat lemah sehingga mudah rebah dan tidak tahan, terhadap serangan hama dan penyakit. Demikian pula sebaliknya apabila hanya dipupuk TSP/SP-36 atau KCI saja pupuk ini tidak akan berpengaruh optimal terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s