PENYEBARAN INOKULUM PENYAKIT

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Jamur pada dasarnya secara tidak langsung sama dengan bakteri. Hal ini disebabkan karena sebagian besar bakteri penyakit tumbuhan masuk kedalam tubuh tumbuhan secara pasif.
Bakteri atau jamur dapat menyebar sangat luas sekali, sebelumnya telah kita pahami ataupun mengetahui segitiga penyakit dimana yang terlibat disana yaitu tumbuhan inang, lingkungan serta patogen yang virulen. Itu semua merupakan cara penyakit memasuki atau menyerang tanaman, pengaruh lingkungan yang berperan adalah faktor abiotik dan faktor biotik, dimana faktor abiotik yang sangat berperan untuk penyebaran penyakit yaitu yang disebabkan oleh angin dan suhu. Angin dapat menyebarkan bakteri dan jamur dengan sangat cepat sekali setelah itu baru menyerang tumbuhan inangnya sehingga penyakit akan segera tersebar luaskan.

B. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mnegetahui dan mengamati peranan agen penyebar jamur parsit tumbuhan
2. Mengamati serta menghitung persebaran jamurnya.

LANDASAN TEORI

Jamur patogen dapat memperbanyak diri dalam tanah dan penyebarannya juga dilakukan dalam tanah antara lain, dengan kontak antara akar tanaman. Pada waktu pengolahan tanah , tanah yang mengandung pathogen terbawa oleh air,angin,atau melekat pada umbi atau bahkan tanamn lainya. Dengan terbawanya pathogen oleh bahan tanaman, maka penyebaran pathogen dapat terjadi dalam jarak jauh.ada beberapa agen penyebaran pathogen yaitu :
1. Biji : biji yang dipakai untuk benih dapat mengandung pathogen dan dapat terbawa ketempat jauh.
2. Angin : angin memgang peranan penting dalam penyebaran spora dari suatu tanaman yang lain dari satu tempat ketempat lain atau dari satu daerah kedaerah lan.
3. Air : dengan air yang mengalir dapat menyebarkan tanah yang mengandung pathogen sehingga kebun yang satu dengan kebun yang lainnya menjadi terkontaminasi.
4. Serangga, di mana serangga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi penyebaran penyakit tanaman, yaitu pada saat serangga hinggap pada tanaman, pada saat itu terjadi proses perpindahan patogen pentebab penyakt
5. Manusia dan bagian tanaman yang lainnya.
(http://www.tanindo.com)

Penyebaran inokulum penyakit tumbuhan merupakan hal yang penting karena inokulum dapat menyebar tumbuh dan berkembang kedaerah-daerah yang jauh tempatnya dari sumber inokulum. Inokulum dapat menyebar secara aktif dan secara pasif. Di mana secara pasif inokulum memerlukan agen-agen pembawa atau pengantar di lam melakukan penyebaran di mana penyebaran ini sangat bergantung pada agen pembawanya, di mana cara ini merupakan cara yang paling efektif di dalam menyebarkan inokulum penyebap penyakit, dan dapay menyebar hingga mencapai ribuan km, adapun agen pembawa dapat berupa air, angina, hewan manusia, dan juga bahan tanaman itu sendiri. Sedangkan secara aktif inokulum dapat memisahkan diri dari sumber inokulum atas aktifitas individu. Pelepasan spora-spora jamur tertentu sangat membutuhkan adanya bantuan untuk membebaskan atau mengeluarkan sepora dari tempatnya. Sepora-sepora yang terbawa oleh nagin,air maupun yang lainya akan mengakibat kan kerusakan yang sama yang dialami tumbuhan pertama yang telah sakit.(Anonim.1995)
Pathogen dapat bertahan hidup dalam tanah sebagi jamur safrotik dalam tanah atau pada sisa tanman selai itu dapat pula dibentuk klomidospora, spora, sel vegetative atau seklorotium yang dorman dalam tanah atau pada sisa tanaman. Pathogen yang terbawa benih dapat berupa misellium atua sepora dorman yang tertbawa pada permukaan benih secara aseksual atau dalam jaringan benih secara internal. Permukaan dan tanaman inang lainya dapat merupakan media untuk melangsungkan hidup pathogen. Pathogen tersebut dapat tersebarkan lebarkan lebih lanjut ketanaman utama dengan berbagai cara (http://kms.ipb.ac.id)

PELAKSANAAN PRAKTIKUM

a. Waktu dan Tempat Praktikum
Hari / Tanggal : Selasa 5 Mei 2009
Tempat Praktikum : Lab. Protaksi Tumbuhan, Fakultas Pertanian Unram

b. Alat-alat dan Bahan-bahan Praktikum
Adapun alat untuk praktikum ini yaitu: kipas angin, preparat dan mikroskop.. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu: vaslin dan daun angur yang terserang penyakit.
c. prosedur percobaan
Adapun prosedur kerja pada praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
1. Di bersihkan beberapa Gekas benda dan di oleskan dengan vasline setipis mungkin pada salah satu sisinya.
2. Di letakkan gelas benda tersebut dengan interval jarak 1 m antara satu sama lainnya.
3. Di ambil kipas dan di letakkan menghadap ke arah barisan gelas benda dengan jarak 1 m dari gelas benda terdepan.
4. Di ambil tanaman anggur dengan gejala karat palsu, dan di pegang tepat di depan kipas angin selama 5 dan 10 menit, dengan putaran1 dan 2.
5. Di hentikan putaran kipas angin dan di amati spora-spora yang jatuh dap tertangkap di gelas benda pada jarak yang berbeda-beda.
6. Di hitung jumlah spora per bidang pandang dan bandingkan antara yang satu dengan yang lainnya.

HASIL PENGAMATAN

1. Tabel Hasil Pengamatan

waktu

1 M

2M

3M

4M

a

B

A

b

a

b

A

b

5 menit pertama

8

9

8

9

8

23

15

16

5 menit kedua

7

7

8

10

12

8

8

10

PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini, akan membahas mengenai bagai mana cara penyebaran patogen dengan mengunakan metode pengujian mengunakan agen penyebarannya adapun agen penyebar penyakit yang diamati yaitu angin, dimana inokulum yang digunakan yaitu daun angur yang terkena penyakit karat palsu. Sebenarnya ada beberapa agen penyebar hayati yaitu penyebaran dengan biji, angin, air dan masih sebagainya,
.Yang akan digunakan pada praktikum kali ini yaitu angin sebagai agen penyebarannya dengan mengunakan 8 preparat dengan jarak empat meter, setiap satu meter peretama dipasang dua preparat. Dari hasil pada lima menit pertama akan dibandingkan penyebaranya pada meter keempat dari perbandingan tersebut diperoleh perbandingan bahwa pada satu meter pertama lebih sedikit dibandingkan dengan jarak yang lainnya. Pada jarak pertama preparat pertama diperoleh 8 spora sedangkan pada ereparat kedua terdapat 9 spora, pada 2 meter untuk lima menit pertama terdapat 8 dan 9 spora sedangkan pada lima menit kedua terdapat 7 spora yang menempel pada preparat pertama dan kedua sedangkan pada 4 meter terakhir diperoleh sporanya sebanyak 10 spora.
Maka dapat di simpulkan bahwa jarak pengamatan dapat mempengaruhi jumlah spora petogen penyebab penyakit, di mana makin jauh jarak preparat maka semakin banyak spora yang menempel pada preparat hal ini disebabkan karena bobot spora yang ringga sehingga spora dapa terbawa angin lebih jauh dan juga angin lebih banyak membawa spora pada tempat yang lebih jauh dan angin yang kita gunakan yaitu mengunakan alat bantu kipas angin.

KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang bias kita ambil yaitu:
1. Ada beberapa agen penyebaran hayati yaitu dengan penyebaran biji, angin, air dan masih banyak lagi
2. Dalam percobaan ini kita mengunakan agen penyebabrannya yaitu kipas angin
3. Makin jauh letak pereparatyang diletakkan makain banyak sepora yang menempel. Disebabkan karena angin lebih banyak membawa sepora pada tempat yang lebih jauh
4. faktor pendukung yang laian yaitu karna sepora yang di sebarkan terlalu ringan untuk jarak yang jauh

DAFTAR PUSTAKA

Anonim,1995. Petunjuk Praktikum Ilmu Penyakit Tanaman. Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Mataram.

http://kms.ipb.ac.id/userspace/donload.php?id=k/m/kmutaqin/687700f7

http://www.tanindo.com/abdi 14/hal 2201.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s