Ketika Seorang Anak Akan Menjadi MAhasiswa Rantau

Aku akan menceritakan suatu kisah,, yang mana kisah ini suatu saat akan selalu dirasakan oleh setiap orang diseluruh penjuru dunia.. namun kisah setiap anak manusia akan berbeda-beda sesuai dengan situasi pada saat itu…

langsung saja ketika malam itu, tetesan air mata mengalir diatas pipi san ibu yang begitu berat melepas kepergian, buah hati yang telah 18 tahun ia rawat… perasaannya begitu sedih, ia tak tega membiarkan buah hatinya hidup sendirian ditanah perantauan…

menatap tetesan air mata ibu yang sesalu menemaninya membuatnya tak tega meninggalkan ibunnya untuk pergi ketanah orang rantau….

maka keluarlah satu ucapan dari mulut anaknya… “Ibu untuk apa saya pergi kesana kalau hanya untuk membuatmu sedih” sontak ibunya pun menjawab ” ini semua untuk kehidupanmu kelak, kamu pergi untuk sekolah, tampa sekolah kamu tidak akan tau apa-apa kamu hanya akan menjadi orang yang tidak berguna, maka manfaatkan kesempatan ini baik-baik anakku ibu akan selalu mendoakanmu.”

anaknya pun menjawab ” iya bu, saya akan rajin belajar dan setiap liburan saya akan mengunjungimu ibu”

akhirnya anaknya pun berangkat untuk merantau…perpisahan yang begitu mengharukan antara sang  anak dan ibunya…

ditanah perantauan,, sang anak mengalami begitu banyak keluh dan kesah… enam bulan pertama sank anak begitu merindukan ibunya… enam bulan kedua kerinduannya pun mulai berkurang.. dan ternyata enam bulan ke-tiga sang anak tak lagi rindu pada sang ibu….  dia tak tak lagi memberikan kabar kepada ibunya… komunikasi mulai kurang dan bahkan liburannya pun dia habiskan ditanah perantauan, tampa mengunjungi ibunya…

Nah apa yang terjadi…?

janji yang ia ikrarkan didepan ibunya pun telah ia lupakan….

ibu yang selalu mendoakannya diwaktu malam hari… begitu merindukannya.. namun rindu ibu tak akan pernah diungkapkan kepada sang anak yang sedang menuntut ilmu ditanah perantauan… karena ibu tak ingin mengguyarkan kosentrasi anaknya…. sakit, sedih dan apapun yang ibu alami tak pernah ia ungkapkan kepada anaknya…

namun apakah anaknya kini masih mengingat sang ibu…?

apakah anaknya merasakan kesedihan, yang ibu rasakan…?

dan ketika teman-teman dari sang anak telah membali dengan gelar sarjana… namun sang anak ini belum juga balik dan  mendapatkan apa-apa…. kesedihan yang ibu rasakan pun mulai bertambah…pertanyaan pun mengeruak dari benaknya… kenapa anakku belum juga kembali…? apa yang ia lakukan disana…?

Kenyataannya…

Banyak  MAHASISWA RANTAU yang Terlena akan kenikmatan ditanah rantau…

sekarang apakah kita datang merantau… hanya untuk bersenang-senang atau untuk mencari Ilmu…?

begitu besar kepercayaan orang tua kita kepada kita… maka manfaatkalah kepercayaan itu dengan sebaik-baiknya…

dan gelaryang kita cari bukan untuk siapa-siapa… melainkan untuk kita sendiri… dan ilmu yang kita cari bukan untuk orang tua kita melainkan unntuk kehidupan kita kelah…

Yakin Usaha Yang Kita Lakukan Akan Membuahkan Hasil Manis Kelak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s