ANALISA VEGETASI GULMA

Tujuan : Untuk mengetahui cara analisa vegetasi gulma

 

Tempat dan waktu Praktikum: Praktikum ilmu gula di adakan pada tanggal,  bertempat di laboraturium Agronomi, Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Bahan dan Alat: Tali rafis,patok, meteran, gunting, buku identifikasi gulma, alat tulis-menulis.

Tinjauan Pustaka:

Konsep dan metode analisa vegetasi gulma sangat bervariasi, tergantung keadaan vegetasi itu sendiri dan tujuannya. Tujuan analisa vegetasi ada beberapa misalnya untuk mempelajari tingkat suksesi dan untuk evaluasi hasil suatu pengendalian gulam. Metode yang digunakan harus sesuai dengan komposisi vegetasi.

Analisa vegetasi yang ditunjukkan untuk suatu evaluasi pengendalian gulam dapat member invormasi tetntang bebrapa hal misalnya: perubahan flora (shifiting) akibat metode pengendalian tertentu, evaluasi percobaan herbisida (trial) untuk menentukan aktivitas suatu kombiansi herbisida terhadap jenis gulam di lapangan, dan juga evaluasi pengendalian herba tahunan (perennial).

Data yang di peroleh dari analisa vegetasi dapat dibagi atas dua kelompok yaitu data kualitatif dan  kuantitatif. Data kuantitatif menunjukakn bagaimana suatu jensi tumbuhan tersebar dan berkelompok, stratifikasinya, periddesitasi, dsb; sedangkan data kuantitatif menyatakan jumlah, ukuran, berat basah/kering suatu jenis, dan luas daerah yang di tumbuhinya. (Anonim, 2009)

 

 

Metode percobaan:

Ada empat metode yang lazim digunakan yaitu estimasi visual, metode kuadratik, metode garis atau rintisan dan metode titik. Selanjutnya akan dibicarakan hanya metode estimasi visual dan metode kuadratik.

a.Metode Estimasi.  Setelah letak letak dan kuas petak contoh yang akan diamati ditentukan, lazimnya berbentuk lingkaran, pengamatan dilakukan pada titik tertentu yang selalu tetap letaknya, m isalnya selalu di tengah atau di salah satu sudut yang tetap pada petak contoh yang telah terbatas.  Besaran yang dihitung berupa dominasi yang dinyatakan dalam persentse penyebaran.  Karena nilai penyebaran tiap jenis dalam area dihitung dalam persen, maka bila dijumlah akan diperoleh 100% (trmasuk % daerah kosong jika ada).  Dapat juga dominansi dihitung berdasar suatu skala abundansi (scale abundance) yang bernilai 1 – 5 (Braun-Blannquat; Weaver), 1 – 10 (Domin) atau 1 – 3 (Wirahardja & Dekker).

Cara ini sangat berguna bilamana populasi vegetasi cukup merata dan tidak banyak waktu tersedia.  Tetapi memiliki kelemahan yaitu terdapat kecenderungan untuk menaksir lebih besar jenis-jenis yang menyolok (warna maupun bentuknya), sebaliknya menaksir lebih sedikit jenis-jenis yang sulit dan kurang menarik perhatian.  Juga sulit untuk dapat mewakili keadaan populasi vegetasi seluruhnya, dan penaksiran luas penyebaran msing-masing komponen tidak terkamin ketepatannya.

b. Metode Kuadrat.  Yang dimaksud kuadrat disini adalah ukuran luas dalam satuan kuadrat (m2, cm2, dsb), tetapi bentuk petak-contoh dapar berupa segi empat, segi-panjang ataupun lingkaran.  Untuk vegetasi yang pendek/rendah, bentuk lingkaran lebih menguntungkan karena ukurannya dapat diperluas dengan cepat dan teliti dengan menggunakan seutas tali yang dikaitkan pada titik pusat petak. Untuk gulma berbebtuk herba rendah lebih efisien menggunakan metode kuadrat segi-panjang dari pada kuadrat segi-empat, karena kelompok tumbuhan berkembang membentuk sebuah lingkaran.   Dengan kuadrat segi panjang akan lebih memungkinkan memotong kelompok tumbuhan dan lebih banyak kelompok yang bisa diamati.  Jika yang ditinjau distribusi suatu kelompok tumbuhan, kuadrat lingkaran kurang efiasien dibanding semua bentuk segi-empat, tetapi lingkaran mempunyai keuntungan dibanding semua bentuk geometri lainnya karena lingkaran mempunyai perbandingan terkecil antara tepi dan luasnya.  Bentuk lingkaran juga paling cocok untuk evaluasi asosiasi gulma di daerah yang luas dan bila menggunakan sampling estimasi visual. 

Penentuan Luas/Jumlah minimal Petak Contoh

Karena luas dan keadaan vegetasi yang sangat bervariasi maka yang selalu menimbulkan pertanyaan adalah berapa luas/jumlah petak contoh yang memedai. Terutama bila kita hanya menggunakan petak contoh tunggal (gambar 2), luas yang memadai harus kita tentukan.  Luas/jumlah petak-contoh minimal ini berbentuk kaudrat atau lingkaran, dapat ditentukan dengan menyusun sebuah kurva-jenis.

Caranya:

  1. Pilih satu komunitas vegetasi yang dapat dipakai sebagaia contoh acak, tentukan batasnya.
  2. Di tengah komunitas, letakkan sebuah petak-contoh 1 x 1 m (p.c. 1) atau sebuah lingkaran dengan jari-jari 0.56 m.  Luas petak contoh = 1 m2.
  3. Catat jumlah jenis dalam p.c. 1 pada lembar data (daftar 9?) dengan sebuah tanda (X) pada kolom 1.
  4. Perluas dua kali lipat p.c. 1 (= p.c. 2), catat semua jenis dalam petak contoh 1 + 2.

5.  Perluas seterusnya dua kali (p.c. 1 + 2 + 3), dan catat jumlah, jenis dalam p.c. 1 + 2 + 3 (kumulatif).  Hentikan bila kenaikan jumlah jenis yang diperoleh tidak berarti.

6.  Buat dan isi daftar data untuk Kurva Luas dan jumlah minimal petak contoh.

7.            Buat Gambar  Kurva luas dan jumlah petak-contoh minimal berdasarkan data pada tabel petak contoh.

8.     Tentukan jumlah dan luas petak contoh yang dapat mewakili luasan areal yang ingin diamati gulmanya.

Hasil

Tabel 1. Lembar Data untuk Kurva Luas/Jumlah Minimal Petak-Contoh

Lokasi   : Kebun Agronomi
No Jenis Petak-Contoh No.
1 2 3 4 5 6
1 Digitaria Sanguinalis X X X X X X
2 Cyperus Monocepalus X X X X X X
3 Marsilea Crenata X X X X X X
4 Pospalum Conjugatum X X X X
5 Phllanthus Ninuri. L X X
6 Species A X X X
7 Ipomea Congesta X X
8 Cyperrus Rotundus X X X
9 Alcalypha Virginica L X X
10 Euphorbia Herta l X X X
11 Mucuma Pruriens X
12 Boerhaavia Erecta L X X X
13 Mimosa Pudica X X X
14 Tridax Procumbens X X X X
15 Edipta Alba L X X
16 Leonalis Nepethafolia X
17 Ocsalis Corniculata X
18 Achyrantes Indira L X X
19 Phaseolus Lathyroides L X
20 Clotalaria Striata DC X
21 Boreria Leavis X X X
22 Emilia Sonchifolia X

ket: X = ada spesies

– = tidak terdapat spesies

 

Dari lembar data petak contoh:

p.c. (1) ditemukan   6    jenis

p.c. (1 + 2) ditemukan 9    jenis

p.c. (1 + 2 + 3) ditemukan 15  jenis

p.c. (1 + 2 + 3 + 4) ditemukan 16  jenis

p.c. (1 + 2 + 3 + 4 + 5) ditemukan 20  jenis

p.c. (1 + 2 + 3 + 4 + 5+6) ditemukan 22  jenis

 

Pembahasan:

Dari data yang di proleh ketika melakukan pengamatan dapat di ketahui dahwa populasi gulma yang pada daerah yang diamati amatlah tinggi, ada beberapa tumbuhan yang tumbuh bukan hanya pada satu petak saja dan ada juga gulma yang tumbuh di setiap lahat yang di amati , sebagai contoh gulma dengan species Digitaria Sanguinalis, Cyperus Monocepalus dan gulma Marsilea Crenata, tumbuh di semua petak dari petak 1 sampai petak 6, dan sebaliknya ada gulma yang hanya dapat tumbuh di satu petak saja, sebagai contoh gulma Clotalaria Striata DC yang hanya tumbuh pada petak 6 saja, hal ini di sebapkan kemampuan gulma untuk berkembang-biak yang cukup baik sehingga terdapat gulma-gulma yang dapat di lihat kapan saja dan di mana saja.

Kesimpulan:

Adapun kesimpulan yang dapat di ambil pada pratikum kali in yaitu  mengetahui cara-cara analisis vegetasi gulma dengan membut petak untuk kurva luas/jumlah minimal petak, di mana di temukan 22 spesies gulma yang ada pada ke enam petak  contoh.

 

Daftar Pustaka

 

Anonim,2009. Penuntun Praktikum Ilmu Gulma. Team Pembimbing Prektikum Ilmu   Gulma Fakultas Pertanianuniversitas Mataram. Mataram

 

 

One response to “ANALISA VEGETASI GULMA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s